Skip to content

Pengaruh Caffein Pada BUMIL PDF Print
Written by Bahtiar Latif   
Monday, 06 February 2012 14:55

Pengaruh kafein pada kehamilan tengah diteliti oleh beberapa ilmuwan. Kekhawatiran terhadap perkembangan janin mendorong para wanita hamil berkeinginan kuat untuk mengurangi konsumsi kopi untuk menjaga kehidupan baru yang tumbuh dalam dirinya. Seperti kita tahu, beberapa jenis makanan dan minuman akan menjadi pantangan bagi wanita yang sedang hamil. Salah satu yang tergolong menjadi pantangan adalah kafein yang terkandung dalam kopi, soda, dan mungkin sedikit pada cokelat.

Hasil dari beberpa penelitian menunjukkan bahwa konsumsi kafein yang terlalu banyak dapat menyebabkan persalinan prematur atau bayi yang lahir memiliki ukuran yang relatif lebih kecil dibandingkan dengan bayi normal. Meskipun demikian, banyak wanita dewasa yang menganggap. Diujikan beberapa perlakuan dengan pembeda jumlah kafein yang dikonsumsi. Hasil yang dapat diumumkan adalah bahwa konsumsi kafein dibawah 300 mg per hari tidak membahayakan kandungan. Namun yang mengkonsumsi kafein di atas 300 miligram per hari memiliki resiko keguguran sedikit lebih tinggi.

 
Bahaya Jajanan Anak PDF Print
Written by Bahtiar Latif   
Monday, 06 February 2012 14:22

 

Jajan di jajanan jalanan sepertinya sudah menjadi trend anak sejak dulu. Walaupun sudah diberi bekal dari rumah, si Kecil kadang membeli jajanan jalanan terbawa dan tersugesti dari teman-teman. Untuk hal yang satu ini ada baiknya orangtua memberi perhatian extra budaya jajan tak sehat tersebut.

Tiada bekal apalagi akan menjadi alasan utama anak yang merasa kelaparan di sekolah. Pola hidup orangtua akan mempengaruhi kebiasaan si Kecil. Contoh: Orangtua yang tidak menyiapkan bekal karena terburu-terburu serta ketergesaan lagin di pagi hari. Orangtua harus lebih arif dan bijaksana dalam mengelola makanan anak sehingga jajan di luar rumah dapat dikesampingkan. Bila hendak jajan, setidaknya pilihlah penganan yang layak harga, ada jaminan higienisnya, bahkan lebih baik lagi menyiapkannya di rumah.

Last Updated on Monday, 06 February 2012 14:49
 
Decompensasi Cordis PDF Print
Written by aby.elsiefa   
Tuesday, 29 November 2011 12:40

Gagal jantung adalah kegagalan jantung memompa darah untuk memenuhi kebutuhan metabolisme tubuh (dimana kompensasi mengalami kegagalan). Keadaan jantung tidak lagi memompa darah kejaringan untuk memenuhi metabolisme tubuh (Arif Mansjoer dkk, 2003 : 434).
Macam-macam gagal jantung :
a.    Gagal jantung kiri adalah kegagaln ventrikel kiri untuk memompakan darah berkurang reaksi pendorong, peningkatan tekana akhir diastol ventrikel kiri (pre-load). Dampak paru-paru mengalami peningkatan kapiler paru. Sehingga cairan didorong ke alveoli dan interstitial. Sehingga menyebabkan dypsnea, oedema paru, Efusi pleura, orthopnea dan batuk.
b.    Gagal jantung kanan adalah kegagalan ventrikel kanan akibat beban yang bertambah atau melawan tekanan tinggi pada sirkulasi sehingga sekuncup turun. Akibatnya beban atrium kanan pada saat diastolik menjadi berat. Keadaan ini akan menaikan tekanan dan bendungan sistemik, peningkatan volume dan tekanan akan mendorong cairan keluar dari vaskuler ke jaringan intersttial sehingga timbul oedema pada ekstrimitas bawah, ascites.
c.    Gagal jantung kongestif adalah kegagalan jantung kiri dan kanan yang terjadi bersama-sama, biasanya lebih dahulu gagal jantung kiri kegagal jantung kanan. Umumnya di tandai dengan bendungan sistemik dan paru.

2.    Etiologi
Menurut Carwis, J. Euzabeth (2002) Etiologi dari gagal jantung di sebabkan oleh beberapa hal :
a.    Disfungsi myocard
b.    Beban tekanan berlebih – pembebanan Sistolik
c.    Beban volume berlebih – pembebanan Diastolik
d.    Peningkatan kebutuhan metabolisme
e.    Gangguan pengisian (hambatan intake)   

3.    Manifestasi klinis
menurut Arif Mansjar DKK (2001 : 434) manifestasi klinis dari gagl jantung adalah:
a.    Gagal jantung kanan:
1)    Tekanan vena perifer
2)    Distensi vena
3)    Eodema
4)    Ascites
5)    Hepatomegali
6)    Pertambahan berat badan
7)    Penurunan keluaran Urine (nocturia)
8)    Gallop ventrikel kanan G3
9)    Nyeri tekan abdomen pada kuadran kanan atas
10)    Syanosis
11)    Lemah
12)    Ronkhi

selengkapnya silahkan download DISINI atau bisa juga langsung DISINI

Last Updated on Sunday, 04 December 2011 17:08
 
Pemasangan Lensa Kontak PDF Print
Written by Bahtiar Latif   
Tuesday, 21 June 2011 10:14

Hal yang diperhatikan sebelum memakai lensa kontak :

1. Jenis lensa kontaknya (dalam hal ini kita bicara Lensa kontak lunak/softlens)

2. Jenis Ukuran (maksudnya ukurannya Spheris atau Cyilinder) saat ini kita bicara Spheris

3. Samakah ukuran kanan dan kiri (biasakan untuk memakai lensa yang kanan untuk mata kanan dan lensa kiri untuk mata kiri, jangan di tukar-tukar walaupun ukuran sama, apalagi ukuran beda dan bedanya sedikit, maka biasakan juga untuk membuka tutup ‘case lensa kontak’ satu persatu di mulai kanan dulu baru kiri.

4. Selalu cuci tangan sebelum menangani lensa kontak

5. Mana dulu, kosmetik atau pakai lensa kontak dulu, ini tergantung, jika anda sudah ahli memakai lensa kontak maka kosmetik dulu, jika belum kosmetik belakangan namun ingat jangan ada bahan spray/kimia yang masuk ke mata (terkena lensa kontak)

6. Cek kondisi lensa kontak apakah masih bagus secara fisiknya, lensa ‘gompel’ sobek jangan di pakai akan menimbulkan iritasi dan melukai kornea anda

7. Cek permukaan depan dan belakang lensa kontak, karena jika kebalik maka akan berasa tidak nyaman. Cara sederhana adalah dengan melihat bentuk lensa kontak saat di taruh di telunjuk tangan dan amati samping, jika seperti ‘mangkok’ maka benar dan jika seperti piring maka salah, atau taruh di telapak tangan bagian bawah yang ada garis-garis tangannya, dimana diameter tengah lensa kontak berada di garis-garis tangan, lensa kontak jangan terlalu basah, perlahan tekuk atau lipat telapak tangan anda, jika tepi lensa kontak itu menempel maka itu posisi benar, jika tepinya saling menjauh atau tidak mau menyatu maka itu kebalik atau dengandua jari seperti gambar di samping. Satu lagi beberapa lensa kontak juga sudah memberi tanda untuk posisi benar dan salah misal Acuvue dengan ada tanda ‘AV’ yang jika benar jika di baca dari luar dan sebagainya.

Langkahnya adalah:

  1. Untuk pemula siapkan semua peralatan, seperti cermin, solution, dan lensa kontak itu sendiri.
  2. Sebelum menangani lensa kontak cuci tangan anda terlebih dahulu.
  3. Buka case lensa kontak yang kanan dulu biasanya ada tanda ‘R’, dan biarkan yang ‘L’ tertutup.
  4. Ambil lensa kontak dan taruh di telapak tangan sebelah kiri (asumsi kita tidak ‘kidal’ dan menulis dengan tangan kanan.
  5. Beri beberapa tetes solution dan lakukan pembersihan atau pembilasan tepatnya.
  6. Taruh lensa kontak di telunjuk tangan kanan tepat di ujungnya dengan posisi lensa kontak terbuka dan jangan terlalu basah, cara naruhnya adalah saat di telapak tangan kiri, taruh di agak pinggir telapak tangan kiri anda, kemudian seperti kita kalau mencolek sambel, ambil dari bawah lensa kontak itu, maka lensa itu akan menempel pada ujung jari tangan kanan kita.
  7. Tangan kiri kita membuka kelopak mata kanan bagian atas dengan mengangkat siku sampai kea atas, atau lengan hampir melinkupi kepala, jari tengah tangan kanan menarik kelopak bagian bawah.
  8. Sambil melihat cermin dari mata kiri, masukkan lensa kontak dengan menaruhnya di bagian kornea kita ( yang berwarna hitam) tentu bukaan harus lebar sampai diameter lensa kontak cukup.
  9. Begitu sudah menempel biasanya akan terasa terserap dan dingin itu mata maka lepas kelopak mata bagian bawah dan di ikuti bagian atas secara perlahan-lahan.
  10. Kedip ringan beberapa kali
  11. Selesai dan lakukan hal yang sama dengan mata kiri.
Last Updated on Tuesday, 21 June 2011 10:28
 
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 Next > End >>

Page 1 of 6

www.IlmuKeperawatan.Net

Ingin Jadi Kontributor?

Dapatkan berbagai fasilitas lebih dengan menjadi Kontributor IlmuKeperawatan.Net. Tunggu apa lagi, ayo bergabung!