|
Written by Agung
|
|
Tuesday, 30 March 2010 06:39 |
|
I. DEFINISI Merupakan penyakit ginjal tahap akhirProgresif dan irreversible dimana kemampuan tubuh gagal untuk mempertahankan metabolisme dan keseimbangan cairan dan elektrolit sehingga terjadi uremia II. ETIOLOGI ð Diabetus mellitusð Glumerulonefritis kronisð Pielonefritisð Hipertensi tak terkontrolð Obstruksi saluran kemihð Penyakit ginjal polikistikð Gangguan vaskulerð Lesi herediterð Agen toksik (timah, kadmium, dan merkuri) III. PATOFISIOLOGI ð Penurunan GFR Penurunan GFR dapat dideteksi dengan mendapatkan urin 24 jam untuk pemeriksaan klirens kreatinin. Akibt dari penurunan GFR, maka klirens kretinin akan menurun, kreatinin akn meningkat, dan nitrogen urea darh (BUN) juga akan meningkat. ð Gangguan klirens renalb banyak maslah muncul pada gagal ginjal sebagai akibat dari penurunan jumlah glumeruli yang berfungsi, yang menyebabkan penurunan klirens (substansi darah yang seharusnya dibersihkan oleh ginjal) ð Retensi cairan dan natrium Ginjal kehilangan kemampuan untuk mengkonsentrasikan atau mengencerkan urin secara normal. Terjadi penahanan cairan dan natrium; meningkatkan resiko terjadinya edema, gagal jantung kongestif dan hipertensi.
ð Anemia Anemia terjadi sebagai akibat dari produksi eritropoetin yang tidak adequate, memendeknya usia sel darah merah, defisiensi nutrisi, dan kecenderungan untuk terjadi perdarahan akibat status uremik pasien, terutama dari saluran GI. ð Ketidakseimbangan kalsium dan fosfat Kadar serum kalsium dan fosfat tubuh memiliki hubungan yang saling timbal balik, jika salah satunya meningkat, yang lain akan turun. Dengan menurunnya GFR, maka terjadi peningkatan kadar fosfat serum dan sebaliknya penurunan kadar kalsium. Penurunan kadar kalsium ini akan memicu sekresi paratormon, namun dalam kondisi gagal ginjal, tubuh tidak berespon terhadap peningkatan sekresi parathormon, akibatnya kalsium di tulang menurun menyebabkab perubahan pada tulang dan penyakit tulang. ð Penyakit tulang uremik(osteodistrofi) Terjadi dari perubahan kompleks kalsium, fosfat, dan keseimbangan parathormon.( SmeltzerC, Suzanne, 2002 hal 1448) II. MANIFESTASI KLINIK ð Kardiovaskuler- Hipertensi- Pitting edema- Edema periorbital Referensi : Smeltzer C, Suzanne, 2002
Comments
 |
|
Last Updated on Wednesday, 21 July 2010 10:14 |